frontpage hit counter
Home » Bokep Indo Terbaru » Cerita Dewasa Teman YMku Teman Di Bed

Cerita Dewasa Teman YMku Teman Di Bed

Cerita Dewasa Teman YMku Teman Di B Cerita Dewasa Teman YMku Teman Di B – waktu admin ini akan berbagi cerita dewasa, cerita seks, cerita panas, cerita panas, sex Cerita, cerita seks, cerita incest, cerita gay, cerita lesbian, cerita bergambar. Sekitar bulan April 2011 Aku pergi pada kontrak saya setelah 5 tahun saya bekerja di sana. Bahkan gaji kecil tapi saya cukup nyaman atau lebih tepatnya dibetah2in karena beberapa alasan. Di antara mereka karena tempat kerja saya tidak jauh dari rumah bensin sehingga ekonomis dan dapat menyelesaikan dua hal sekaligus (kerja dan rumah).

Aku tinggal di rumah karena mereka ingin melayani dan mengambil merawat orang tua saya akan jadi cepat. Saya dapat mengatakan orang-orang seperti siaga atau rumah sakit apoteker yang bersedia untuk membantu dengan masalah dan kebutuhan orang-orang yang lebih tua. Saya harus memberikan kembali kepada mereka karena mereka merawat saya sejak kecil hingga dewasa .

Beberapa bulan setelah perpanjangan kontrak kerja saya mendapat bonus tahunan 2 dari bos. Tahun sebelumnya saya tidak bertanya karena tidak nyaman. Saya masih memiliki beban pekerjaan saya dan saya tidak melunasi. Mungkin nama adalah bos di setiap pura2 seperti lupa untuk memberikan bonus untuk dua tahun.

Dengan keunggulan katanya: “Maaf pak, kemarin saya membuka buku itu ternyata persis mengapa saya suka belum Nama bonus tahun lalu ya Kenapa kau tidak bertanya.?”. Setelah ia mengatakan kepada saya ketika saya mewawancarai sambil berdiri terlibat dengan itu.

“Saya ingin bertanya mengapa ibu yang baik, aku masih ada tanggungan” kataku santai tapi berharap bonus yang diberikan.

“Saya minta maaf dia ok. Anda harus mencintai 2 tahun ya,” kataku. Asyik dalam hati saya mendapat cukup banyak bonus.

Bonus yang saya diantisipasi bahkan tiba agak tertunda. Hal ini telah menjadi sesuatu dari bos tradisi sepertinya tidur, sewenang-wenang dan ingatan. Aku sudah tahu dan saya tidak terkejut, kemudian, ketika bonus nya berkurang sedikit karena digabung. Jika jumlah mungkin diambil per tahun akan lebih. Tapi sudahlah uang besar seperti untuk membeli laptop karena saya sudah berada di cyber cafe ol. Saya minta maaf untuk posting di forum jika Anda ingin ngetem di kotak cafe berjam2. Tapi sudahlah membuat forum ini meramaikan itu tidak masalah bagi saya.

Beberapa tahun saya OL di warnet membuat saya sadar dan berpikir tentang konsekuensi. Biaya ol ruangan yang sempit itu cukup mahal jika Anda menambahkan setiap bulan. Ol lebih efisien jika menggunakan laptop. Setelah semua jika Anda memiliki sebuah laptop saya bisa ol saat bekerja atau melakukan kegiatan lainnya. Profit yang memiliki lebih atau kurang laptop sendiri. Yaelah mengapa bahkan membahas laptop itu menyimpang.

Itu sebabnya saya memaksakan diri untuk membeli buku dan modem di Jogjatronik. Item pertama tidak sesuai dengan harapan sebagai tiba2 ngehang dan tidak mudah terbakar. Untungnya, di bawah jaminan sampai diganti dengan unit baru. Aku bisa bebas ol kapan dan dimana saja serta target berburu. Saya juga bisa bersantai dengan teman-teman forum Ayman dan melobi intensif dengan target.

Suatu pagi saya ol di kamar ym dan kemudian chatt masih ada. Seperti biasa saya langsung masuk ke ruang Yogyakarta tercinta. Saya menemukan cukup banyak penghuni kamar. Id menyapa semua gadis buruk dengan harapan yang bersarang di sana. Tidak semua tanggapan mengenakan karena ketika aku tidak muda lagi. Untuk mak comblang saya diabaikan jadi saya belum pernah dekat dengan 4 dan 3 kepala jelas. Tapi bagi saya seorang pejuang tak kenal lelah dan terus berjuang sampai titik darah. Jadi kata pepatah dan itu sangat menggembirakan bagi saya.

Untungnya pagi itu, di antara deretan orang yang paling lezat dan santai ngobrolnya. Doi ngakunya bernama Ruth, berusia 26 tahun dari Purbalingga. Doi lagi di warnet di Limestone di Area Sleman. Percakapan maya berlangsung lancar dan terkendali. Doi tampaknya spons cukup keren dan keras. Aku sedang mengobrol materi umum yang tidak terkait dengan paha. Yang pasti jika ia adalah seorang pria dan bukan wanita imitasi murni, aku akan meminta webcam doi.

Doi terlihat cukup manis bahkan ketika itu adalah jenis cukup gelap. Tak lupa saya membuka webcam di kamarku. Doi ternyata di Yogyakarta karena ada masalah berat.

“Saya memiliki masalah dengan polisi,” katanya ketika kami ngechatt.

“Masalah apa?” Aku bertanya serius

“Ini KTM dikontrak dan digunakan sepenuhnya lewatkan untuk sewa mobil. Kemudian mobil itu digadaikan dan bergegas” doi lagi. Saya pikir masalahnya adalah serius dan saya pikir ini adalah serius.

“Tindak ya sedih. Di sana saya tidak bisa membantu Anda?” Saya bertanya.

Doi mengatakan: “Ingin menyewa motor di mana ya membuat berjalan bolak-balik ke kantor polisi atau di mana saja seperti itu?”

Dengan sigap aku menjawab: “Oh ya saya tahu tapi kalau g tahu bagaimana jika saya mentransfer balasan luang saya”. Doi berharap untuk bertemu lebih dan lebih banyak alkohol untuk tender.

Lalu dia menjawab sederhana: “Terima kasih nanti jika saya perlu menghubungi saya.”

Aku g mau kehilangan kesempatan untuk bertemu dengan DOI dan saya mencoba untuk meminta nomor telepon tangannya. Biasanya jika seorang pria akan memberikan kontak selnya berarti dia nyaman dengan kami. Itu menurut pengalaman saya selama petualangan di dunia lendir.

“Saya tidak bisa meminta nomor ponsel Anda?” Aku bertanya hanya.

Doi tidak menjawab telepon di tempat tidur tapi rupanya ada getar sms yang masuk. Saya melihat dalam survei tidak ada di bookku dan setelah saya membuka isi ponsel saya hanya Ratih (nama doi).

Yang benar adalah bahwa saya ingin bertemu dan meminta saya untuk doi cafe pagi itu tapi aku punya pekerjaan yang tidak bisa ditinggalkan.

doi terus komunikasi dengan lainnya melalui sms atau ym. Kadang-kadang doi yang mulai hanya meminta Anda pertama menyambut peran saya. Saya melihat doi ramah dan sering melakukan perjalanan ke Semarang. Di sana ia bertemu saudaranya. Non-biologis saudara tetapi menemukan besar merah atau urusan bisa dibilang. Doi sepertinya pria yang lebih tua dan keberlanjutan. Bisa dibilang beberapa doi Matre tapi tidak penjualan. Hal ini dapat dipahami karena selama doi Jogja tidak punya pekerjaan dan hanya mengandalkan tulisan kakaknya. Doi harus meninggalkan pekerjaannya di Jakarta karena masalah itu.

Suatu hari saya lupa tanggalnya, tapi aku ingat bahwa itu hari Minggu. Itu bagus karena aku sedih untuk meninggalkan sekaligus karena tidak ada cara teman. Doi sms pagi saya hanya bertanya bagaimana dan di mana. Doi ternyata lagi di utama ke teman Lempuyangan. Mungkin karena aku sedikit lelah dari hari malas dan membawanya ke kamar.

“Saya tidak bisa bermain di sana bersama-sama seperti itu?” Aku bertanya via sms.

“Tidak apa-apa bagi Anda untuk di mana aku berada di asrama teman” jawabnya singkat.

Sebenarnya agak malas karena aku pergi ke sana karena cuaca cukup panas dan tubuh doi tidak seperti yang diharapkan. Doi saya pikir saya lebih suka tubuh langsing berdada dan gemuk. Tapi ada sesuatu tidak ada tebu akarpun jadi. Harus dapat menerima dan menikmati permainan bahkan jika tidak seperti yang diinginkan. Mencari gratis memang bisa menjadi begitu sulit jika pemilih.

Dengan merah baru mengendarai sepeda motor baru tapi aku meluncur turun bekas kota Yogyakarta. Setelah melewati banyak tikungan, naik dan turun saya hampir mencapai tujuannya. Setelah dekat roda gaya Lempuyangan Aku menarik sepeda. Saya ingin bertanya lokasi DOI.

“Saya Lempuyangan dekat Rumah Sakit Bethesda. Itu ada tanda-tanda di gang sebelah Anda” jawabnya via SMS.

“Saya Alright– sana,” kata saya hanya.

Pada saat saya melihat HP saat mereka memasuki dari sana sms kakak (ditemukan dalam). Aaaaaah pertanyaan muda saya jelaskan nanti jika ada waktu. Jika ditulis pertemuan cerita dengan saudara-saudara bisa berlembar2 cerita. Untungnya saudara hanya bertanya apakah saya pergi atau tidak dan tidak meminta untuk diundang.

Kembali lagi ke utara dan kembali mengemudi motor yang merah saya itu. Sampai persimpangan dekat Bethesda aku berbelok ke kiri dan mencari geng makna doi. Aku sedang berjalan bolak-balik di lorong dekat rumah sakit tapi tidak memenuhi doi itu. Aku tempat yang salah. Doi tidak dimaksudkan Bethesda pada. Terima kasih. Sudirman lampuyang harum tetapi Bethesda adalah di Jl.Hayam Bisnis (jika ingat g). Aku akan menghapus dari situs dan ke lokasi yang sebenarnya.

Aku memperlambat dan menarik dari motor untuk gol di dekat mie penjual bermotor ayam.Tak jauh sebelum saya melihat makhluk yang cukup manis mengenakan kemeja kuning. Pahanya terlihat wajah halus dan putih dan cukup manis. Secara fisik cukup dan tidak terlalu mengecewakan. Segera saya samperin dan kocok. Seperti ritual saat Idul Fitri tapi itulah yang saya lakukan ketika kontak pertama dan dengan seseorang.

“Apakah aku berbuat salah di tabel ada. Saya pikir bahwa ada Bethesda” kataku sambil menunjuk ke arah utara.

“La ini sudah terbilang sini jika ia mengaku” dia menembak kembali.

“Saya adalah tentang Bethesda hanya 1 tapi ternyata ada 2 ya?” Saya mengatakan dengan sedikit malu karena aku Jogja penduduk dan sering melalui daerah ini tapi jarang melihat-lihat.

“Di mana kita?” Aku bertanya di tengah-tengah percakapan kami doi dari jalan. Kalu setengah pasti akan disambar kendaraan. Hanya bercanda bro.

“Saya hanya bisa menemukan jalan keluar,” kata Doi.

Saya menjawab dengan: “Baiklah,” dan segera saya mengubah sepeda.

Sesaat kemudian aku sedang berselancar dan jalan-jalan doi. Selama tangan kiri saya tidak bisa diam. Coba membelai pahanya dan akan reaksi tidak pernah doi. Doi ternyata diam dan tidak melawan. Awalnya takut tapi seakan menampar doi berpikir dengan tenang bahwa saya terus tindakan saya.

“Enaknya di mana kita?” Aku bertanya, menonton lalu lintas di depan saya.

“Nyari tempat nongkrong cafe kafe hanya begitu begitu bagus dan tenang ngobrolnya” jawab doi.

“Untuk kontrakanku ya karena saya mengambil Kitab Net. Cukup menghemat biaya,” Saya mengatakan pada saat itu. Doi rupanya setuju dengan saran saya dan dengan kecepatan dan saya mendorong sepeda.

Setelah sekitar 30 menit kami tiba di kontrakanku. Saya tidak terlihat cantik tempat lama dan dalam menyewa kondisi agak kotor. Aku segera bersih dengan menyapu lantai.

Doi aku membiarkan ol memakai meja kecil dan bersandar di dinding kontrakanku itu. Toi tangan jari2 terlihat tombol putar lincah di Bookku Net sementara ol di ymnya. Setelah dibuka ymnya terlihat jauh pacar menyapa doi. Aku tidak terkejut karena terjadi hal-hal yang akrab dan saya mencoba untuk tidak cemburu atau marah. Doi tidak biarkan saja karena TTM atau pasangan saya.

“Kenapa kau tidak pergi ke setiap tablet lebih MIRC paling anak2 Jogja bahkan ol ‘Saya berkata kepada doi ol menyenangkan di meja kecil.

” Oh ya ajarin dong saya lakukan tidak tahu bagaimana melakukannya, “ia doi.

Aku telah ditandatangani untuk membimbing doi MIRC dan segera doi sudah hampir asyik dengan dunia. Saya tidak ingin melewatkan kesempatan untuk mendapatkan otaknya dan memutar kehangatan doi. Tapi aku harus hati2 dan tidak bisa sembrono dalam melangkah.

Saya agak ragu-ragu tapi kemudian saya memaksakan diri untuk mendekatinya. Mula2 aku duduk dekat Doi menemaninya berchatt menyenangkan dengan dia teman-teman. Saya mencoba untuk menutup tubuh saya ke doi tubuh. Doi diam dan tampak santai dengan saksi-Nya. Doi tampak asyik di depan layar laptop kecil. Apakah itu sinyal jika doi mereka dengan saya ?? Jelas ada dua kemungkinan bisa juga menjadi tidak mungkin dan tidak lebih besar tetapi menurut analisaku.

Aku terus memutar otak bagaimana menundukkan gadis itu dingin dan ramping. Aku tidak gila saya mencoba memeluk sisi doi tapi segera hanya ingin tahu bagaimana bereaksi. Doi masih diam dan terlihat santai. Aku terus menyaksikan mencoba untuk mencium bibir mungilnya. Tindakan apa yang saya lakukan pada pertemuan pertama dengan gadis itu.

Aku mungkin tidak sopan tapi apa yang salah dengan mencoba. Reaksi doi masih tenang tapi tidak menolak ketika bibirku dekat dengan bibirnya. Berulang kali saya lakukan dan pada hitungan doi yg kesekian kalinya. Itu pertanda baik dan dapat diperpanjang untuk tahap lebih lanjut lagi.

Tapi hanya mencium dan memeluk doi saya lakukan ketika duduk di depan layar laptop. Dalam setiap tindakan saya mencoba untuk menahan diri untuk tetap tenang agar doi tetap nyaman dan tidak takut.

Karena ol lelah doi kemudian pindah ke kamar gelap dan berbaring. Aku sengaja tidak menyalakan lampu pada saat itu. Saya melihat kesempatan pada waktu itu dan saya harus membuat sebaik2nya. Aku segera mendekati DOI di tempat tidur dan menemaninya. RUU lain saya mencoba tanganku menyentuh bibirnya sementara payudaranya. Doi tidak menolak dan aku mendapatkan liar. Tanganku tak bisa diam dan mencoba untuk membuka bra-nya. Makin bibirku menyerang orang payudara doi.

Dengan kegigihan akhirnya saya bisa mengenyot salah satu putingnya. Doi rupanya memberi sedikit perlawanan ketika saya mencoba untuk menghisap puting dan mengisap. Doi masih mungkin bahwa tidak dinilai pelacur. Doi rupanya mulai merasa kenyotanku kecil di payudaranya dan mengerang.

“Aaaaahhh pelan2 sayangnya cukup sakit” doi memohon Anda untuk mengubah panggilan cinta.

Aku punya jawaban singkat: “Ya sayang” sementara aku menatap wajahnya, yang mulai berkaca-kaca. Jelas itu tanda bahwa mereka adalah saksi doi Horney konsekuensi.

Saya senang dengan panggilan baru dan aku lebih bersemangat mengenyot payudaranya. Aku tidak puas dengan hanya berhenti di pegunungan kembar. Tanganku tak bisa diam lagi dan mencoba untuk menahan celana dari doi seks doi sementara payudaranya mengenyot nya.

Aku mencoba untuk menurunkan celananya tapi tidak menemukan jalan. Tali tak terlihat atau tombol dan saya menyadari kalau aku berpakaian dikenakan dengan celana terusan doi. Dari couse celana tidak dapat dibuka dengan menariknya ke bawah. Doi hanya tersenyum pada saya kesulitan membuka celananya. Dasar wong terbuka pria kemeja saja tidak bisa gumamku dalam hati saya.

Tapi aku tidak kehilangan akal. Masih ada cara untuk memasukkan batang kemaluanku tanpa membuka celana doi nya. Di sela2 antara celana kain dan kesenjangan paha doi. Aku bisa masuk lewat sana.

Sebelum saya mencoba untuk menempatkan bahwa doi jalan mengatakan: “Saya mens loh” ia mencoba untuk meyakinkan saya.

Saya tidak terpengaruh karena ketika saya pegang penampilan vagina doi tidak memakai bantalan dan kondisi kering. Saya yakin jika doi selesai dari peringkat bulanan. Aku segera mencabut celana doi dan tetap dalam posisi itu. Jangan mencoba untuk mengubah posisi tidur nya atau bergerak.

Oh ya, aku lupa mungkin perlu untuk menjelaskan ruang situasi dan kontrakanku waktu itu. Mereka sengaja tidak saya menyalakan lampu sehingga bebas yang menyaksikannya. Non terkunci luar pintu kontrakanku dan saya sengaja tidak menutupi karena saya tidak ingin kesempatan menyia2kan di depannya. Jika saya menutup pintu dapat dipindahkan dan bahkan peluang emas doi hilang.

Saya mencoba untuk memasukkan pangkal paha batang dan antara posisi miring dari celah. Sulit untuk negara doi seperti itu tapi saya tidak menyerah. Dengan perjuangan yang tak kenal lelah aku berhasil memasukkan penis saya ke dalam lubang doi bagus.

“Ahhhh sakit” doi menjerit ketika batang kemaluanku tenggelam di vagina. Aku berhenti sambil mengamati wajah doi. Doi terlihat keren dan menatap ke arahku dengan wajah menyeringai (tertawa).

“Apa?” Kata doi dengan bahasa Jawa, menatapku.

aku datang untuk menertawakan ekspresi doi. Untuk pertama kalinya saya menemukan seorang gadis yang tampak tenang meskipun vagina adalah alat kelamin poros entri. Doi reaksi tersebut tidak terjadi apa2 dan sama seperti sebelumnya.

Saya mencoba untuk menikmati hubungan seksual dengan dukungan batang kemaluanku berkembang di doi lubang senggama. Perlahan tapi pasti aku menggenjotnya. Doi tampaknya terlihat jauh ke kanan dan ke kiri seperti yang saya mengocok lubang vaginanya.

“Aaaaaahhhh pelan2 lezat madu” obrolan saat itu.

Aku mulai liar dan bersemangat untuk menikmati setiap tembakan. Kadang-kadang kecepatan rendah, sedang dan jeda untuk mengambil napas. Hanya MOT posisi tapi saya cukup menikmatinya. Mungkin karena vagina tubuh kecil dan ramping saya belum mencapai orgasme. Saya lebih suka wanita dengan lemak tubuh dan tumbuh. Biasanya ketika bercinta dengan seorang pria seperti itu saya akan segera mencapai puncak kenikmatan.

Tak lama aku mengocok vagina doi tapi tidak ada tanda2 akan menyemprotkan sperma.

Tiba2 PKU gemetar dan saya melihat saudara SMS: “? Mas bisa menjemput di bandara saya lakukan saya bangun Klaten ini” jadi saya membaca pesan di layar yang babak belur PKU.

Lalu aku cepat menjawab: “Ya, saya kemudian dapat mentransfer dek”

Saya tidak berpikir bahwa panik dan adik akan datang. Tidak ada pilihan lain tapi aku harus mengambil adik dan menyudahiaksiku dengan Ruth di goreng negara. Saya melihat cukup Cry doi karena saya melihat terburu2.

Aku berkata kepadamu doi: “Adekku meminta untuk diundang Dia sekarang dalam perjalanan saya di antara kamu untuk Lempuyangan ya..?” Seperti yang saya siapkan untuk berkemas celana dan meluncur ke jalan-jalan.

“Yahhh mengapa tidak mengatakan sebelumnya?” Kata DOI dan saya melihat wajahnya begitu asam tapi sesaat kemudian normal lagi. Doi sepertinya tahu siapa yang akan menjemput dan saya menyadari bahwa hal semacam ini sering terjadi.

“Tiba-tiba dia bertanya, akan bertemu lagi setelah saya mengikuti saudara saya,” kata saya hanya. Yang ada di pikiran saya hanya drive sepeda secepat mungkin untuk Lempuyangan dan mengundang adik di bandara.

Kami meluncur lagi di jalan dan ketika hampir di lampu merah Sambilegi memiliki telepon di dari adik.

“transfer Mas’m hampir ada Bandara dapat ya ??” kata adik di ujung telepon.

“Saya hanya bisa menunggu untuk istri saya,” kataku, memperhatikan kondisi lalu lintas dan lampu lalu lintas itu.

Begitu lampu berubah hijau saya mengendarai sepeda saya ke setan kecepatan. Di otak adalah balap motor, antara doi ke Lempuyangan dan mengambil adikku di bandara untuk melihat sesingkat2nya tersebut.

maju

Hasil Pencarian:

  • cerita aq kerja dpat bonus tbuh nya
  • cerita dewasa area sleman terbaru
  • www goal comcerita sek bergambar/id-ID
Ayo share...
Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Pin on PinterestEmail this to someone
Penulis: admin
Tags

Post yg mirip

Menu Title